Rabu, 04 Februari 2009

Tubagus bertemu Raden

Tubagus Abdul Hamid dari Rangkas Bitung Banten, kemarin bertemu dengan Raden Eman Sulaiman.

Apa gerangan keperluan Tubagus yang fasih berbahasa Arab ini?. Tak lain hanya bersilaturrahmi , sowan ke Pak Haji Sulaiman, tokoh masyarakat Batam, Pak Raden ini lebih 50 tahun bermastautin di Bumi Lancang Kuning, di Belakang Padang dan di Batam.


Umur Haji Sulaiman sudah 77 tahun, Tubagus Kamid demikian dia akrab disapa kerabatnya baru 45 tahun.
Kang Kamid adalah pengurus Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) dahulu lebih di kenal dengan Al Biir, membangun Ma'had di pusat dakwah Muhammadiyah Asean di Batam.

Tak salah sowan ke pak Raden, karena bulan September 2009 mendatang Ma'had ini telah dapat menerima mahasiswa baru sebanyak 200 orang, bukan itu saja mahasisa yang menuntut ilmu ke islaman dan bahasa Arab ini tidak di pungut biaya apapun, semuanya di tanggung oleh pihak Ma'had.


Ma'had pencetak dai ini mengharapkan mahasiswa yang akan ditampung nanti nya selepas belajar dapat mengaflikasi kan ilmu nya di tengah -tengah masyarakat terutama masyarakat terasing dan terpencil.

Selasa, 27 Januari 2009

Hotel Surya di Tanjung Pinang

Di awal tahun 70 an, bila hendak ke Medan dari Batam mesti lah menginap paling tidak semalam di Tanjung Pinang, KM Tampo Mas tak dapat merapat di bibir pelabuhan, kapal buang jangkar di belakang pulau Penyengat, dari situ dengan ferry para penumpang diangkut bertahap

Menginap di Tanjung Pinang semalam untuk melanjutkan perjalanan ke Medan atau dari Medan ke Batam tidak lah sulit untuk mencari penginapan, salah satu pilihan adalah Hotel Surya, hotel yang terletak di jalan Bintan 49 Tanjung Pinang Indonesia ini sudah termasuk penginapan yang bagus kala itu.

Hampir 40 tahun berselang Hotel Surya tempat kami menginap dahulu masih seperti semula, kamar-kamar di bagian depan dan taman di depan nya tak nampak jauh berbeda

Toko-toko di sekitaran Hotel ini pun tampak asri seperti 40 tahun yang lalu, tak jauh dari Hotel Surya berdiri dengan megah masjid Raya Tanjung Pinang, di depan masjid ada gelanggang olah raga Kaca Puri namanya, "wow kalau dulu sudah bisa bertanding di Kaca Puri berarti sudah hebat" ujar Junaidi. Berarti yg bertanding disitu sudah mencapai final

Kini di Tanjung Pinang telah banyak berdiri Hotel-Hotel megah, seiring dengan perjalanan waktu dan pengembangan Provinsi Kepulauan Riau mendaulat Tanjung Pinang untuk ke dua kali nya menjadi ibu kota provinsi yang terampas oleh Pekanbaru menjadi ibu kota Provinsi Riau.

Hotel Surya masih seperti dulu, seperti 40 tahun yang lalu, banyak menyimpan kenangan yang tak mungkin di lupakan.

Kamis, 15 Januari 2009

Hasibuan Tertua di Batam

Hasibuan, salah satu klan Batak, banyak marga Hasibuan di Batam, terbiasa orang Batak tidak dipanggil namanya tetapi yang jadi panggilan sehari hari adalah marganya. Hasibuan yang satu ini usia nya sudah cukup tua 74 tahun, sejak setahun yang lalu, lutut nya agak susah di gerakkan, mungkin pengapuran, dan enam bulan yang lalu nyaris dia tak dapat berjalan lagi, tergeletak di tempat tidurnya.

Hasibuan pak Azis demikian dia di sapa, tinggal di Blok IV Nagoya, dekat masjid An Nur. Di Batam sudah sejak awal tahun 70 an. Lihat lah ekspresi wajah nya, begitu gembira nya dia setelah dikabarkan mau di bawa keluar kamar dengan kursi roda

Hasibuan yang ini tak ada hubungan nya dengan Abidin Hasibuan salah seorang pengusaha terkemuka di Batam, dan bisa jadi orang China terkaya di Batam, Lha koq orang China punya marga Hasibuan?, bisa saja kalau jasa jasa nya banyak terhadap orang Batak, "Siapa orang China atau siapa pun di Batam ini yang bisa menerima dan menampung dan menyiapkan lapangan pekerjaan bagi pekerja orang Batak yang hanya tamatan SMP malah SD" kata Belius Hasibuan, salah seorang tokoh masyarakat Batam dan sintua HKBP ini, suatu saat ketika kutanya apa alasan Abidin dapat marga Hasibuan.

Enam bulan di tempat tidur tak sekali pun keluar ,aktifitas hanya di tempat tidur saja, temasuk buang air kecil dan air besar, "kalau duduk masih kuat bang" tanya ku saat itu lebaran di bulan syawal.

Dia tersenyum, sembari mengerak gerak kan pinggang dan ke dua tangan nya.

Iyalah Insyaallah kalau ada rezeki aku belikan kursi roda , agar abang dapat ke depan lagi "pinomat" melihat orang lalu lal;ang di depan rumah.

Hasibuan bapak Aziz , karena anak paling besar kebetulan lelaki dan bernama Aziz, sudah duda 3 tahun yang lalu, isteri tercinta telah mendahului dia, isterinya adalah orang China, agak nya itu lah kesamaan Hasibuan yang ini dengan Abidin Hasibuan.

Kemarin aku kerumah nya, membawa kursi roda yang di janjikan. Terimakasih terimakasih ya ya ... ucap nya berulang ulang ...............
Hem .... hem jadi ingat 35 tahun yang lalu , saat aku mula ke Batam , aku acap mampir di rumah Bang Haji Hasibuan ini di Jodoh sebelum terbakar ............... sudah banyak kawan - kawan beliau yang mendahului memenuhi panggilan khaliq ........... Semoga panjang umur dan di pulih kan kesehatan ... doa ku kepada Nya.............

Rabu, 14 Januari 2009

Saya Sudah Muslim, Enam Bulan yang Lalu

Kalau hidayah datang, tak ada yang bisa mencega, kemarin senin (12/1) ke Bandara Hang Nadim Batam, niat hati ingin bertemu dengan Kepala Bandara Razali Abubakar, tak ada Razali yang ada cuma Humas Bandara yang bernama Hendra, mungkin melihat penampilan ku Hendra agak terkesima, tak lazim orang datang ke Kantor, apalagi mau bertemu orang nomor satu di instansi itu, memakai baju seperti busana ku.

Sejak pulang dari Makkah aku suka memakai baju terusan ini, ada 7 pasang ku beli di Jeddah, 4 warna putih dan 2 warna hitam dan satu nya agak ke coklat coklatan.

Di Batam, jarang lah orang memakai baju seperti yang kupakai ini, paling sekali sekali di waktu hari jumat, tetapi kalau di Malaysia, apalagi di Thailand banyak orang muslim yang memakai busana yang katanya banyak dipakai oleh supir di Mesir.

Lho koq jadi soal baju ya......, padahal yang mau di tanyakan kepada Humas Bandara Hang Nadim itu, adalah masaalah SK Ketua Otorita Batam, menyangkut kenaikan tarif air port tax dari rp. 13 ribu menjadi rp. 30 ribu naik 130%.

Hendra sang Humas seperti nya enggan, aku maklum karena dia bukan orang yang berwenang dalam hal ini, waktu Juhur tiba (Bandar Udara Hang Nadim Masjid nya Mana?)
Keberadaan masjid di Bandara jadi bahan pembicaraan, "Maaf ya mas Hendra agama nya............."? tanyaku tak melanjutkan... Hendra tersenyum."Kelihatan ya kalau saya bukan muslim " malah Hendra balik bertanya.............. "Iya pak dulu kami sekeluarga non muslim, tetapi sejak enam bulan yang lalu sudah muslim" Hendra menjelaskan, "Wah kalau gitu salam sekali lagi" ujar ku sembari berdiri dan memeluk dan mencium kedua belah pipi Hendra pria Jawa kelahiran Jogjakarta ini.

Mas Yanto teman lama ku muncul, dia memang dulu di Bandara kerja nya, tetapi kini sudah pensiun " masih dipakai mas" kata mas Yanto kepadaku sambil duduk bergabung, kalau dia kini menjadi advisor di RAL (Riau Air Line) yang akan merubah dan menambah jadwal penerbangan nya. Bandara Hang Nadim Batam Mana Bangku nya?

Jadi lah kami cerita tentang masa lalu, asyik............... Ternyata bukan Hendra saja sekelurga yang memeluk agama Islam, "Pak Pantun Banjarnahor pun sudah muslim lho pak" tambah Hendra lagi.

Selamat dan diberkati Allah lah .......atas kamu ...akhlan wa syahlan .....................................

Senin, 12 Januari 2009

Assalamualaikum Untuk Semua (Assalamualaikum to all )

Perjalanan Haji 1429 H

Alhamdulillah tiba di Madinah Munawarah dengan selamat, menjelang petang hari rabu tanggal 05 Nopember 2008 bertepatan dengan 6 zulkaidah 1429 H kelompok terbang pertama calon jamaah haji embarkasi Batam, berangkat dari Batam sekitar pukul 10.30 wibb . Hampir sembilan jam di pesawat terbang Saudi Air membawa 500 orang jamaah, penerbangan menuju Barat seakan berkejar dengan terbenamnya matahari, di tanah air hari sudah malam di kota yang paling di sukai Allah di dunia ini Madinah masih terang benderang, temperatur sekitar 28 derajat celsius.

Arbain dilaksanakan mulai shalat Subuh, kesibukan mengurusi kamar dan barang-barang adalah pekerjaan yang paling banyak menyita waktu.

Kelompok terbang pertama embarkasi hampir di seluruh Indonesia memberangkatkan calon haji pada hari dan tanggal yang sama, di kota Nabi SAW ini pun telah ramai jamaah Arbain dari berbagai negara, Pakistan, India, Uzbekistan, dan yang paling ramai selain Indonesia adalah jamaah dari Turki, negara sekuler setelah Kamal Attaturk menjadi Presiden pertama yang menumbangkan pemerintahan kilafah Usmaniah (Othoman) yang berakhir di awal abad keduapuluh ini, sering kalau kita manasik di tanah air disebut-sebut jamaah yang agak kurang bersahabat, tetapi Alhamdulillah semua jamaah asal Turki ini akan menjawab salam dan dengan jabatan tangan khas nya memegang tangan kita dengan kedua belah tangannya tentu dengan senyuman.

“Tebar kan lah salam” Assalamualaikum, tak satu pun jaamah masjid Nabawi yang tak tahu makna dan artinya, terasa keagungan salam itu tak kira dari yang miskin dan yang tua, kulit putih dan hitam sekalipun akan ter sungging senyum dibibir yang menerima salam dan yang memberikannya, damai terasa.

Tentara, atau polisi yang sedang berjaga , yang agak terlihat masam mungkin kecapean , bila diberi salam “Assalamualaikum” pun akan ter sungging senyum di bibirnya, damai nya salam, tak membedakan ras dan suku bangsa, tak kira di subuh dan di waktu isya tak ada perbedaan mengucapkan nya.

Terasa benar keagungan salam, tempat yang sempit menjadi lapang, suasana kaku karena perbedaan bahasa dan adat istiadat dengan salam, jamaah di kanan dan kiri menjadi ramah, apalagi sapa selain salam yang dimengerti oleh umat diseluruh dunia, sungguh agung ajaran mu ya Rasulullah, Assalamualaika ya Rasulullah, Assalamualaika ya Habibullah, Assalamualaika ya Nabiyullah.

Kota Madinah kota satu-satunya kota yang disukai Allah SWT , debu Madinah pun menjadi shafiah obat bagi manusia, Nabi Muhammad SAW telah membuat suatu permohonan ketika hijrah dari Makkah. Beliau berkata, “Ya Allah Engkau telah membawa aku keluar dari kota yang paling Engkau cintai, Tolong bawa aku ke kota yang paling Engkau sukai di dunia ini” , “Allah SWT telah mengabulkan do’a beliau dan Nabi SAW pindah ke Madinah Munawarah . Karenanya Madinah menjadi kota yang terbaik di dunia ini.

Ketika Nabi SAW telah dekat dengan Madinah sewaktu kembali dalam dalam suatu perjalanan, beliau berusaha bergegas dan biasa membuka penutup wajah beliau dan membiarkan tiupan angin udara Madinah membelai wajah beliau . Beliau berkata bahkan debu Madinah mempunyai efek menyembuhkan. Itulah mengapa Madinah juga disebut kota Shafiah atau penyembuh penyakit.

Itulah doa Rasulullah SAW , wajah yang tadinya murung dan terlihat sedih, dengan salam menjadi terkesima, senyum mengambang di bibirnya.

Assalamualaikum untuk semua .



Sabtu, 10 Januari 2009

Din Bantah Muhammadiyah Kerjasama Dengan Israel.

Din Bantah Muhammadiyah Kerjasama Dengan Israel.

Merebaknya pemberitaan tentang kerjasama Muhammadiyah dengan Israel, membuat Din Syamsudin angkat bicara. Dikatakan dalam Situs Resmi Muhammadiyah, “Berita itu tidak benar. Tidak ada MoU antara Muhammadiyah dengan Israel dan tidak ada bantuan Israel kepada Muhammadiyah” tutur Presiden Asian Conference of Religions for Peace (ACRP) ini.

Din yang juga penerima Award sebagai Ambassador for Peace atas prakarsa perdamaian yang dilakukan mengatakan bahwa penyebaran berita itu oleh pihak-pihak tertentu sangat tendensius.

Pernyataan Din ini menanggapi berita yang merebak di dunia maya, diantaranya yang dikeluarkan oleh Eramuslim.com dengan judul Muhammadiyah Jalin Kerjasama dengan Israel, dan beberapa media online lainnya.

Eramuslim sendiri mengangkat berita itu dari islamonine.com "Situs Islamonline melaporkan, lembaga Rescue and Emergency yang berada dibawah naungan Muhammadiyah telah menandatangani kesepakatan kerjasama di bidang kesehatan dengan Magen David Adom (MDA) sebuah organisasi layanan kesehatan nasional Israel. Kerjasama itu senilai 200.000 dollar dan penandatanganannya dilakukan oleh delegasi Muhammadiyah di Tel Aviv, ibukota Israel pada bulan Oktober 2007."

Berikut ini adalah artikel yang diangkat oleh islamonline.com mengenai kerjasama muhammadiyah dengan israel:
Muhammadiyah divided on Israel ties
Israel Ties Divides Indonesians
Gaza's Scary Nights



Referensi:
Muhammadiyah.or.id - Din : Tidak Ada Kerjasama Muhammadiyah dengan Israel
Eramusli.Com - Muhammadiyah Jalin Kerja Sama Dengan Israel

Jumat, 09 Januari 2009

Nikmat Sehat dan Kesempatan



Alhamdulillah hingga kini aku masih diberikan kesehatan oleh Allah SWT, kemarin aku menghadiri undangan teman lama ku di Blog III Nagoya Batam, anak pertama nya menikah. Usia kami terpaut hanya setahun, 34 tahun yang lalu saat masih masing-masing belum berkeluarga, aku sering mengunjungi tempat tinggal nya, di Bengkong Dalam begitu orang menyebutnya.
Setelah berkeluarga pun kami sering bertemu , tapi lima tahun belakangan ini kami jarang bersua.

Orang memanggil nya Depari, nama nya Beren Ukur Depari, Depari itu nama salah satu marga suku Batak Karo, masuk klan Sembiring. Depari atau Dapari terkadang begitu terdengar di telinga, aku masih ingat saat dia ingin melamar isteri nya yang sekarang, Boru Siregar asal dari Sipirok Tapanuli Selatan tapi kelahiran Batam putri dari Toko Horas. Toko Horas di tahun 70 an adalah salah satu toko yang cukup lumayan besarnya.

Tangan Depari bergetar saat bersalaman dengan ku, di lengan tangan kanan dekat pergelangan tangan nya tertanam semacam alat kecil yang terus bergetar kalau di sentuh, alat ini untuk menyambung selang ke perlengkapan pencuci darah, ternyata teman ku ini setiap hari rabu dan hari sabtu harus berurusan dengan rumah sakit untuk mencuci darah.

"Sudah hampir setahun Man" jelas Depari kepada ku menjelaskan kalau tidak di cuci seperti itu dia tak dapat beraktifitas.
Banyak cerita masa lalu yang kami bincang kan sembari menerima jabat tangan dari para tamu yang memenuhi undangan walimah pernikahan putra nya itu. "Aku pun sudah daftar untuk haji" ujar nya lagi, sembari melirik isterinya yang duduk di samping kami, Ros demikian nama isteri nya ini sudah pun menunaikan ibadah haji.

Aku jadi ber pikir pikir, bagaimana di Makkah sana ya? bila dalam se pekan saja harus dua kali cuci darah. Ku lihat Depari kuat sekali semangat nya untuk menunaikan rukun Islam yang ke lima, semoga Allah SWT memberi nya kesehatan dan kesempataan untuk melaksanakan panggilan ke Baitullah................. Amien